Showing posts with label kampung inggris. Show all posts
Showing posts with label kampung inggris. Show all posts

Saturday, 5 November 2011

Kampung Inggris - Pare (Part 6)

Satu lagi kursus yang gue ambil (sifatnya privat class dengan harga yang cukup mahal *sebenarnya paling mahal dari kelas- kelas gue yang lain si*) adalah kelas si Ms. Nina ini: Ini penampakan fotonya *capek ceritanya. pokokny aharus coba langsung lah ya*:::
*sebenarnya foto- foto ini agak males gue upload mengingat penampakan gue lagi lepek dan capek, terus nggak ada senyum. dan udah malem pula tapi buat adil dan gue terangkan semua gue terpaksa upload deh*

KAMPUNG INGGRIS - Pare (part 5)

Di Kampung Inggris, gue bukan cuma kursus di Elfast dan Daffodils.

Gue ngambil beberapa kursus lain yang juga recommended di sana.. Buat gue, gue bisa dengan percaya diri dan lancar ngomong bahasa inggris berpuuh- puluh menit cuma karena gue ngambil kursus bersama orang hebat (lainnya) yang bernama Mr. BOB.

Dari dia, gue juga mendapatkan banyak sekali ilmu kehidupan, dan khususnya berbicara dalam bahasa Inggris. Kalian bisa cek websitenya di . Si bapak yang belum bapak- bapak ini bisa mendongkrak percaya diri kita dan membuat kita sangat lancar ngomong bahasa Inggris.
Kalau misalnya gue nggak ikut kelas si Mister ini nih,, mungkin gue masih takut- takut ngomong bahasa Inggris.

Thanks a bunch Mister.

Here's penampakan di kelas si Mr ini::

Ps: Jangan heran kalau orangnya cuma 5, karena gue kan ngambil kelas privat (tapi ber 5)

Kampung Inggris- Pare (part 4)

Speaking Step One Daffodils. Here's the place i found fun. Here's the place i found knowledge. Here's the place i found great teacher. Here's the place i found motivation. And here's the place i found new best friends. Pengajar gue waktu itu di Speaking English Step One Daffodils adalah Mrs. Indah. Dan beliau menurut gue adalah pengajar yang hebat. dia bukan cuma ngajarin kita tentang bagaimana berbicara bahasa Inggris yang baik. Beliau juga mengajarkan kita bagaimana menjadi public Speaking yang baik. Dan beliau juga mengajarkan pada kita bagaimana kita menjalani kehidupan.
Fly like an eagle, my dear. Fly. Fly away
Kata- kata itu yang selalu gue ingat. Kita harus terbang tinggi seperti Elang, bukan seperti ayam atau burung parkit. Kita harus menebarkan sayap hingga lebar, bukan hanya membukanya sedikit. Dan kita harus terbang tinggi dan jauh, hingga orang yang jauh sekalipun bisa melihat kita. Gue nggak bisa cerita banyak tentang kelas yang mengaggumkan ini, gue cuma bisa kasi tahu bahwa kelas ini, walau hanya kelas step one, tapi gue bertemu banyak orang hebat di dalamnya. Gue belajar amat sangat banyak dari teacher maupun temen- temen gue. Dan gue amat sangat merekomendasikan kalian buat ke tempat ini. Ini Penampakannya yah: *kalian nggak akan tahu seberapa serunya kelas ini kalau kalian nggak ada di dalamnya. ITs AWASOME guys!* Foto ini waktu gue, Arum, sama Rizal lagi presentasi mengenai sebuah gambar yang beberapa menit sebelumnya di bagikan oleh Mrs. Indah. Namanya juga kelas speaking kan??
Ini nih penampakan Daffodils dari luar, halamannya sawah. Jadi harap maklum kalau mencarinya aga susah.
Ini adalah teman- teman seperjuangan di Step One Daffolids plus Mrs. Indah.
Dan ini great teacher yang gue temui disini.. Kalau ada waktu dan kesempatan, gue pengen mendapat ilmu lagi dari beliau.

Kampung Inggris - Pare (part 3)

Kursus di Elfast. Hari pertama kursus di Elfast, gue sama arum ngakak. Karena kelas yang gue ambil itu kelas Elementary, yang notabene bener- bener belajar dari step yang paling rendah. Karena itu, gue langsung balik ke mbak- mbak receptionsnya buat minta pindah kelas ke Grammar Speaking (level 3, yang belajar speaking sekaligus grammarnya). Ternyata bisa. Sekalian, gue sama Arum, tertantang buat ambil Profesional Communication, yang notabener diperuntukkan buat orang kerja. Di grammar speaking, seperti halnya belajar berbicara sesuai dengan struktur yang ada,, awalnya kami belajar sturktur bahasa,, kemudian mengaplikasikannya buat berbicara. In the end of course, ada berbagai test, seperti berbicara, pelafalan, menulis, presentasi, dan lainnya. Nah, yang lain berjalan dengan biasalah yaaa..Yang paling penting adalah pembelajaran dimana kami sama- sama ke tempat karaoke dan satu satu didaulat nyanyi buat tahu bagaimana dia melafalkan dalam bahasa Inggris. Ps: gue lupa foto penampakan dikelasnya api yang ada cuma fto gue dan teman- teman2 pas lagi test karaoke. Here there are:::
Ini yang megang mic lagi test, sedangkan kita ikut- ikutan nyanyi (tapi bisik bisik). Setelah kelas, langsung bisa foto2.
Kelas yang Profesional Communications, menurut gue adalah kelas yang paling buat gue dan arum akhirnya harus menatap laptop pada subuh atau malam harinya buat ngerjain tugas yang nggak tanggung- tanggung. Akhirnya, gue dan arum akan telat datang ke kelas tiap hari. Untung yang ngajar bainya nggak ketulungan, jadi senyum aja walau kita datang telat. hehehehe... Udah dateng paling telat, langsung di daulat "silahkan presentasikan tugas anda" tiap hari.. hahahaha... Entah salah ambil kelas, entah memang seharusnya begitulah belajar (karena gue sama arum kerjaanya ngakan dan sante terus disemua kelas).

Kampung Inggris - Pare (part 2)

Di Kampung Inggris ada banyak sekali asrama (atau yang disebut camp) dan kost (atau yang dsebut boarding house). Sebenarnya sempat kepikiran si buat stay aja di camp yang diharuskan ngomong bahasa Inggris dari pagi sampe pagi lagi dan nggak ada bahasa Indonesia sama sekali. Tapi gue yang sangat amat sulit bangun pagi jelas- jelas akan menolak mati- matian harus bangun jam 5 (atau pas sholat subuh) menginggat gue nggak sholat dan gue adalah orang malam yang nggak bisa bangun pagi. Akhirnya gue memilih mencari boarding house atau kost yang notabene akan lebih flexybel jamnya (walaupun di Pare tetap ada jam malam yang melarang anak kostnya berkeliaran di tengah malam). Mengingat gue biasa dengan rumah yang bersih, yang nyaman, dan gue tinggali sendiri, gue sangat amat selektif mencari boarding house. Gue jelas nggak betah harus tinggal satu kamar dengan lima sampai delapan orang (untuk itu saya mau bayar lebih mahal). Akhirnya sampailah saya di beberapa kost yang memang terlihat bersih dan nyaman. Mr. Dave (yang gue ceritain sebelumnya) menyarankan gue dan Arum yang notabene dari Jakarta untuk tinggal di "Bali House" (a.k.a "Hacienda") yang lebih nyaman dan bagus. Akhirnya berbekal saran itu gue ke bali house. Di bali house gue tinggal berdua sama Arum, walaupun sebenarnya satu kamar diperuntukkan untuk empat orang. Kamarnya menurut kami sangat nyaman, karena terdapat kamar mandi di dalam kamar, padahal rata- rata kamar mandi di Kampung Inggris- Pare berada di luar kamar. Dan bukan hanya kamar mandi dalam, kamar itu memang nggak ada lemarinya tapi ada rak- rak buat naro baju dan sekaligus gantungan buat baju yang di hanger (simple but usefull). Di kamar, ada beberapa lukisan (karena bapak yang punya kost suka melukis) dan bayangkan,, DITENGAH KAMAR ADA KOLAM IKAN BESERTA IKANNYA!! Tanpa babibubebo lagi, gue sama arum langsung membayar bapak dan pindah ke kamar itu. Bagi yang mau ke Kampung Inggris, gue sangat merekomendasikan buat tinggal disitu, karena selama gue dipare enurut gue emang nggak ada tempat yang seenak itu kost-an!! Ini penampakan di depan kasur saya:
Galon, buat memenuhi hasrat dehidrasi gue dan arum (karena gue nggak stay lama, jadi gue emang nggak beli pompa atau dispenser). Terus ada rak yang bisa ditaro segala macem keperluan, seperti buku, tas kaca, dll. Dan di kanannya langsung kolam ikan! Lebih seru lagi ditempat ini adalah, bapak si empunya kost juga punya cafe kecil- kecilan yang menyediakan minuman, makanan kecil, hingga makanan berat. Jadi kalau kita kelaparan, bisa langsung deh pesan. Keuntungan lain bagi yang jomblo atau senang nongkrong, di cafe pasti banyak pengunjung dan cowonya kan? yah kalau ada yang mau lihat- lihat, bisalah (kalo gue udah ada yang punya si) hehehe... Di bali house ini juga ada karaoke, ala mereka tentunya. dan tempat buat nonton film gitu, yah sekedar dvd player dan tv plasma si, tapi lumayan! Ini nih penampakannya pas malem:

Kampung Inggris - Pare (part 1)

Saat pengerjaan skripsi, emang adalah saat- saat dimana stuck dan merasa benar- benar butuh refreshing. Ditambah lagi dengan adanya "jiwa muda" yang sedang bergelora, hasrat untuk jalan- jalan ke tempat yang lumayan jauh tidak terbendung. Sebenarnya, gue udah tahu tempat ini dari waktu gue masih sekolah dulu. Karena sodara gue ada yang kesini. Bahkan nenek gue juga stay d kota yang sama. Akhirnya dengan beberapa akal bulus, gue berhasil mengajak temen- temen kampus gue ke sebuh tempat yang katanya bisa belajar bahasa Inggris dengan cepat, KAMPUNG INGGRIS - Pare - Kediri - Jawa Timur.
Gue awalnya berangkat ber 3, tapi karena temen gue merasa harus segera balik ke Jakarta dan ga bisa ikut kita kursus, akhirnya tinggalah gue dan Arum. H-1 gue dan dia sengaja dateng cuma buat cari kost dan daftar di tempat les. Jujur, inilah hal yang kurang banget dari kampung inggri spare. Kalau kita ga punya temen yang udah pernah kesitu, atau yang tahu tentang itu. kita benar- benar bakal buta total! Walaupun kita udah pernah sedikit searching tentang tempat itu. Itu karena disana sama sekali nggak ada information center yang bertugas buat kasi informasi tentang satu tempat atau tempat yang lain. Dari hasil google, gue mendapat dua kursus yang menurut gue paling sering muncul di mesin pencarian itu: Daffodils dan Elfast. Berbekal itu, gue dan Arum mencari dimana kursusan Daffodils dan Elfast itu berada. Nyarinya pusing loh.. karena tempatnya Daffodils itu berada di deket sawah yang notabene harus jalan cukup masuk kedalam dan jauh, sedangkan elfast berada di pinggir jalan yang agak menjauh dari kursus- kursus lain. Yang pertama gue dapetin adalah Elfast English Course. Jelas, karena dia ada di jalan raya jadi mudah liatnya (kecuali plang namanya yang nyaris nggak kebaca). Dateng kesana pas jam makan siang dan (maaf ya mbak) mbak receptionisnya jutek mampus. Mulailah gue dan Arum yang notabene percaya banget akan pencitraan awal malesss.. Akhirnya gue cabut dari situ tanpa daftar apa- apa. Pas mau balik ke mobil, gue dan arum ngeliat kantin, dan akhirnya modal nekad nanya ke orang kantin itu tempat mana yang bagus buat kursus. Nggak disangka di dalem kantin itu ketemu sama Mr. Dave (salah seorang pengajar di Elfast) yang jelas- jelas mempromosikan tentang english course yang baru aja kita tinggal karena mbak- mbaknya jutek itu. Setelah sedikit cerita tentang malesnya kita daftar karena mbaknya jutek. akhirnya Mr. Davelah yang mengantarkan kita ke receptionis (yang mbak- mbaknya berubah jadi nice) dan menjelaskan sama gue dan arum kursus- kursus apa yang kira- kira cocok sama gue dan Arum. Walau udah di jelasin sama Mr. Dave tentang ini itu gue sama Arum tetap ngotot ambil kelas Elementary, karena mengganggap diri 'nggak bisa' ngomong english (walau akhirnya setelah pertemuan pertama kami pindah 3 level diatas itu dan mengambil level tertinggi di english course itu). Sebenarnya, Elfast lebih terkenal di bidang Grammar, tapi berhubung gue dan arum udah capek mikir struktur dan segala macam akhirnya gue bertekat ambil kelas speakingnya saja. Yang kedua adalah DAFFODILS ENGLISH COURSE. Tempat ini terkenal banget dengan speakingnya yang katanya ngantri dan sampai nolak- nolak siswa. Akhirnya gue langsung ambil Step One (kembali lagi karena gue ngeasa nggak bisa bahasa inggris jadi ambilnya yang paling rendah dulu). _bersambung ke part 2_