Showing posts with label kejamnya Jakarta. Show all posts
Showing posts with label kejamnya Jakarta. Show all posts

Tuesday, 7 August 2012

I'm just Bad Mood

Pernah nggak si dalam hidup kalian, ada satu hari yang kayana sudah berawal dengan mood yang buruk dan selanjutnya diikuti beberapa kejadian yang buat mood makin memburuk.

Yah, hari ini gue mengalami hal itu.

Tentunya nggak ada yang bisa disalahkan dari ke badmood-an gue yang nggak beralasan ini. 
I'm just bad mood.

Kalau gue urutin si, mungkin bad mood gw ini berawal dari kurangnya jam tidur gue. Saat orang seharusnya udah tidur, gue masih kelayapan di mekdi 24 jam dan menggemukkan badan yang sudah gemuk.
Bangun tidur, tentunya gue udah males berat karena harus bangun jam 7 pagi dan segera mandi dengan kurangnya jam tidur.

Pada akhirnya, gw bangun juga dan bersiap terus mau berangkat. Dijalan, karena otak gue yang masih sekip dan ke badmood-an gue yang masih menguasai, gw nyetir sambil melamun.

DAN GUE NYETIR MOTOR GUE KE DALAM JALAN TOL.

Gue sadar si ada beberapa mobil yang klaksonin gue, dan ada beberapa pekerja taman yang teriakin gue.. tapi gw nggak sadar kalau mereka ngingetin gue, gue malah mikir mereka annoying karena menambah ke bad-mood-an gue.

Dan gue baru sadar (entah bagaimana caranya) kalau gue sudah ada di tengah- tengah tol dan gue naik motor.

Akhirnya dengan sedikit panik dan meraba- raba "gue ada dimana" gue jalan muter balik. Sempet si mobil- mobil banyak yang klaksonin lagi. dan diteriakin para pekerja taman. tapi gue ngelengos dengan kebingungan.

Pada akhirnya setelah kebodohan itu berlalu, gue masih bingung kenapa gw bisa masuk jalan tol, kenapa gue bisa sebodoh itu, kenapa gue ga konsentrasi ke jalan, dan kenapa- kenapa yang lain. 

Belum berakhir.

Masih ada kemacetan Jakarta yang bikin orang pengen nangis (apalagi gw sedang badmood) dannnnnnn hal yang nggak boleh terjadi saat badmood: RANTAI MOTOR GUE LEPAS.

Kalau sepeda goes atau onthel si kalau rantai lepas gampang, tinggal kita puter ban nya dan benerin. Ini motor!!! Gue panik dan bingung dan SEMAKIN BADMOOD.

Wednesday, 16 May 2012

Ice Skate

Mau merasakan seperti ada di negeri Eropa dan bermain es di Jakarta? Nggak usah terlalu jauh. Langsung saja meluncur ke Skyrink Jakarta yang ada di Mall Taman Anggrek.

Ini memang bukan pengalaman pertama gw main ice skate. Punya adek yang tergila- gila dengan ice skate buat gue udah lumayan familiar sama permainan ini. Memang sih gw nggak jago, tapi atleast udah bisa jalan biasa kaya nggak di es lah ya.

Jadi ceritanya, setiap ada teman, kerabat atau siapapun yang baru pertama kali datang ke Jakarta, selain mengajak ke Ancol dan segala yang ada didalamnya, aku ajak mereka ke Skyrink ini. 

Lumayanlah, buat mereka pengalaman baru. Buat aku, bisa ketawain mereka yang baru belajar karena pasti beberapa kali kaget krn mau jatuh.

Masuknya juga nggak mahal kok, nggak sampe 50 ribu rupiah. Tapi ingat, harus pakai kaos kaki yah. Kebayang kalau memakai sepatu lucur tanpa kaos kaki, bisa- bisa keseleo dan nggak nyaman banget pastinya.

Tinggal antri di loket, sudah dapat free sewa sepatu luncur, tambah beli kaos kaki. siap meluncur. 

Jatuh di arena es bukanlah sesuatu hal yang memalukan kok. Everybody's fall.. hehehehe.. :D

Jadi buat siapapun yang bingung mau liburan kemana kalau ke Jakarta, padahal bosen cuma nonton dll.. Ice skate di Skyrink Mall Taman Anggrek Jakarta bisa menjadi salah satu pilihan.

Kalau misalnya perlu ada yang nemenin, boleh hubungi saya, ntar di temenin. Tapi bayarin yaa.. :p

First move waktu ice skate. Masih terseok- seok.

Sudah lancar setelah percobaan kesekian

Walk Together

Mengalay di atas es..

Ice skate di Skyrink Jakarta

Sunday, 29 April 2012

Sehari di Ancol

Ancol.

Pasti yang keingat langsung adalah Dufan, Gelanggang Samudra, atau atlantis water.

Outbondholic, paintball, ecopark, dan menonton show.

Ini bukan pengalaman pertama gue ke otbondholic ancol. Mengingat gue adalah orang yang nekat, jadi udah beberapa kali gue mampir kesini. Tapi kali ini aga beda. Soalnya gue nggak pake pemanasan dulu levelnya.

Jadi gini, di outbond holic itu ada beberapa level outbond. Ada merah, biru, hijau (kalau nggak salah) dan yang terakhir jalur hitam.

Nah, kalau masih baru pertama kali, gue sangat menyarankan buat cobain jalur- jalur yang biasa dulu. Kalau sudah beberapa kali, boleh tuh cobain jalur hitam.

Karena gue sok banget nih ya, gue langsung deh main ke jalur hitam. Yang artinnya adalah, nanjak sampe mampus, terus diakhiri flying fox dari ketinggian yang setara dengan terjun dari lantai 7. Hahahaha.. but trust me, buat yang nggak takut ketinggian, ini serunya banget deh! 


Berpose di depan Jalur hitam. Fyi, ini sehabis naik loh.

Muka udah kucel banget habis naik jalur hitam.
Nggak jauh dari outbond holic, ada ecopark. Nah, buat ngadem dan menurunkan adrenaline, bisa deh tuh main di jembatan yang dibawahnya banyak ikan dan memberi mereka makanan. Ini sangat efektif buat membuat relax tubuh setelah bermain outbond.

Memberi makan ikan di Ecopark 

Setelah bermain dengan ikan, boleh lanjut naik perahu yang memang disediakan untuk mengitari kawasan ecopark. Bisa melihat berbagai hewan yang sengaja dipelihara oleh pihak ancolnya sekalian menikmati taman buatan yang asri ini.

Berpose di kapal yang dihias cantik


Feels like 'not in Jakarta'
 Sebenarnya ada satu kegiatan lagi yang saya lakukan setelah naik perahu, naik sepeda berkeliling ecopark. Dengan sepeda yang cukup enak, dan sepertinya kalau beli cukup mahal, bisa berkeliling ecopark dengan puas. Saya memilih track sepeda yang offroad, jadi lebih berasa liburannya. Mengingat sepeda yang saya sewa juga sepeda yang bagus. Kalau memilih track sepeda yang biasa juga ada kok, seandainya mau bersepeda santai.

Kalau masih ada waktu tersisa, boleh langsung meluncur ke area paintball di Ancol. Kalau kami, karena waktu tidak mencukupi tidak bisa bermain di area, dan hanya menembak target dari jauh. Tapi sudah sangat cukup memuaskan kok.


Menembak Target di Paintball Ancol



Bergaya di depan counter. 

Cukup berat ya ternyata

Setelah itu, liburan sehari di Ancol kami tutup dengan menonton pertunjukan. Pertunjukan timun emas yang dikemas dengan drma musical, teknologi tinggi, dan air menari. Sangat rekomended kalau bersama anak kecil. Jangan lupa bawa camilan ya buat teman menonton.



Tuesday, 7 February 2012

Diving Pertama dan Camera Underwater

Gue belum pernah diving seumur hidup gue. 


Walaupun dulu gue buka travel agent untuk ke Tidung, dan salah satu paketnya snorkeling. Toh kenyataanya gue juga nggak pernah merasakan snorkeling. Kalau berenang sih udah jadi makanan sehari- hari gue dari Sekolah Dasar.

Tanggal 8 Januari 2012 lalu, gue diajakin temen gue untuk nyobain scuba diving didaerah senayan.

Sebenernya gue juga bingung pas di bilang di daerah senayan? Pertanyaan yang timbul langsung emang ada tempat diving? Ternyata, emang ada tempat diving dan banyak orang diving di sana. Jelas hanya untuk latihan atau pemanasan sebelum nantinya akan diving di laut lepas.

Kolam di senayan (sepenglihatan gue) ada 3 macam.
Yang pertama, kolam yang gue buat latihan (sekitar 3 meter).
Yang kedua, kolam yang buat orang- orang latihan (hingga 5 meter).
Yang ketiga, kolam buat latihan renang biasa. Soalnya nggak terlalu dalem, dan ada jalur untuk renang.

Trial scuba diving yang gue coba ini termasuk program baru dari mereka.
Ini si lebih ke arah marketing supaya banyak yang mau ambil lisensi diving sih, sebenarnya (kalau berminat boleh langsung aja dateng ke senayan. Di daerah kolam renangnya, disitu ada officenya langsung. Silahkan tanya- tanya sendiri).

Pertama yang ditanyakan adalah, "bisa berenang atau nggak?"
Kebetulan gue, adek gue, dan 2 orang temen gue bisa semua. Jadi kita mengangguk dengan mantap.
Gue nggak nanya si buat yang nggak bisa berenang gimana. Tapi kayana si buat yang nggak bisa berenang, jangan putus asa dulu deh kayana. Logikanya, kan diving itu tenggelam yah, jadi nggak perlu menguasai dasar berenang yaitu mengambang kan yah? *sok tahu*

Kedua yang ditanyakan dan sangat ditekankan oleh mereka adalah "punya sakit apa? atau pobia apa? atau alergi apa?" Ini tentu untuk menghindari hal- hal yang tidak diinginkan. Karena kalau misanya kita punya sakit tertentu pasti berimbas terhadap standard keselamatan yang mereka terapkan.

Selanjutnya, gue udah lupa urutannya. Yang jelas kita dapet teori dasar akan penyelaman. Kemudian pengenalan alat- alat. Latian pemakaian alat- alat. Baru selanjutnya pemasanasan. Snorkeling. Baru latihan diving.


Dari awal, instruktur gue udah bilang. "JANGAN LUPA BERNAFAS!"


Dan saat lu berada di dalam air, Memakai alat pernafasan dari selang- selang. 
Mungkin kepanikan yang gue rasain ini wajar. "GUE LUPA CARANYA NAFAS!"


Foto diatas ini pas gue lupa nafas. Instrukturnya masih sabar ngasi instruksi gue buat santai aja.

Jadilah gue dengan panik berusaha menahan nafas sambil mencuri- curi nafas dari selang oksigen yang terpasang.Gue pikir dengan begitu masalah selesai.
TERNYATA.
Masalah barulah yang muncul.

Karena gue memenuhi paru- paru gue dengan udara, berusaha menghembuskannya sesedikit mungkin dan hanya mencuri sedikit udara dari selang oksigen gue.

GUE NGGAK BISA TENGGELEM.

Kebayang dong, diving nggak bisa tenggelam?! Kalau nggak tenggelam mah namanya snorkeling atau berenang kan?!


GUE MAKIN PANIK.

Gabungan atara lupa bernafas dan nggak bisa tenggelam. Instruktur gue yang baik hati akhirnya memberi isyarat gue buat naik.
Diatas dia langsung negor gue. "Kamu tahu kenapa kamu nggak bisa tenggelam, padahal pemberat sudah saya tambahin. Vest (gue lupa nama divingnya, yang jelas rompi yang kita pakai itu loh) juga sudah kita kempeskan maksimal." Gue menggeleng. Udah hopeless. Kepikiran kalau gue ternyata nggak bakalan bisa diving karena lemak di tubuh gue yang menumpuk ini.

"Karena kamu nahan nafas. Udah santai aja. Nafas aja kaya biasa. Bahkan kalau bisa lebih banyak membuang nafas dari pada menarik nafas"

HADEHHH!


Ternyata eh ternyata, itulah yang membuat saya nggak bisa diving selama latihan pertama.
Pas gue udah lumayan menikmati diving, waktu latihannya udah abis.

Tapi gue nggak akan patah semangat. Gue akan coba diving lagi, lagi, dan lagi, suatu saat nanti.


Beruntung banget, saya sempat membeli, dan sekarang jadi penjual CAMERA UNDERWATER.
Jadi bisa meng 'captured moment underwater'.
Dulu si belinya 150 ribu tapi pas MENJUAL CAMERA UNDERWATER MURAH, cuma dijual dengan harga Rp 80.000 (kalau mau beli, email gue aja boleh) *kenapa jadi jualan yah?.
Pas banget buat foto- foto waktu main air dan berenang.

marytyasta@gmail.com

Friday, 10 December 2010

selamat ulang tahun

SELAMAT ULANG TAHUN, PERTAMINA

berhubung saya magang di Pertamina, hari ini pas ultah pertamina saya mencoba mengabadikannya dengan jarak yang jauh *mengingat orang2 pentingnya ada di depan


ada hiburan paduan suara UNPAD, kapan yah ULTIMA Sonora bisa???


dari jarak begini jauh... udah kaya nonton bioskop


test drive mobil balap rifat. hahaha.. boong ding, yang test si Rifatnya, saya si nontonin doang...

Tuesday, 7 December 2010

sejenak meluruskan kaki

cerita sebelumnya tentang Wedding Organizer,,

Saya lelah.
Saya sangat lelah.
Kaki akan patah.

Akhirnya saya mengarahkan kaki ke restroom,, tempat dimana ada kursi untuk berdandan.
meluruskan kaki sejenak untuk beristirahat.


beistirahat sejenak sambil bercengkrama *maaf ya bos, sepertinya lima menit duduk tidak akan merugikan anda bukan? dari pada saya dan kawan- kawan jatuh pingsan*


mengabadikan WC Ballroom hotel Ritz Carlton Jakarta

Thursday, 11 November 2010

di Hulu Lampu merah

Kemarin, tepatnya 12 November 2010.

Selesai ngantor, aku menerobos kemacetan Jakarta menggunakan sepeda motor pengantar pizza ku (ini karena ada box dibelakangnya seperti pengantar pizza).
Tepat di depan ITC Cempaka Mas, aku terjebak lampu merah yang cukup lama, yang jelas lebih dari satu menit. Sembari menunggu ada seorang gadis kecil mengamen. Umurnya sekitar 5 tahun. Aku tersenyum dan memberikan tangan tanda menolak.

Aku punya alasan sendiri.

Sejenak saja gadis itu pergi, aku melihat seorang anak lelaki, kali ini lebi kecil. Umurnya mungkin masih 4 tahun. Yang tragis bagiku, dia menggendong seorang bayi, yah umurnya kurang lebih baru satu tahun.
Hatiku teriris.
Aku, yang sudah umur 20 tahun ini saja, tidak akan sanggup menggendong bayi sambil berjalan menerobos hiruk pikuk di lampu merah.

Hatiku makin teriris, melihat alasanku tadi tidka memberikan apapun pada mereka.

Di trotoar, terlihat banyak ibu dan bapak- bapak yang aku yakin sekali adalah orang tua mereka, duduk2 sambil mengipas2 tubuhnya.
HANYA DUDUK!

Anak mereka mengemis, dan kemungkinan seumur hidup tetap akan melakukan itu. Sedangkan mereka?? Menunggu hasil minta- minta dari anaknya? MENYEBALKAN!!!

Mereka bisa bekerja kan! Mereka punya tenaga! Tuhan berikan akal budi! haaahhh...

Jakarta, Jakarta.

Tuesday, 9 November 2010

atas nama PENGALAMAN

Sabtu kemarin,
atas nama mencari tambahan pengalaman,

saya mengambil tawaran salah satu sahabat untuk mencoba bekerja sebagai wedding organizer.

Sebenarnya, ini bukan yang pertama kali bagi saya, mengingat saya sudah beberapa kali dimintai bantuan untuk menjadi wedding organizer.
Wedding Organizer tentu saja, sesuai dengan namanya, mengatur tentang pernikahan. Moment sekali seumur hidup itu tentu saja tidak akan berjalan dengan sempurna tanpa ada orang2 dibelakangnya. Biasanya ada keluarga sendiri yang dimintain tolong, dan bisa juga orang lain, seperti Wedding Organizer (WO) ini.

Pengalaman Wedding saya terakhir, tidaklah begitu menggembirakan, mungkin ini juga yang membuat saya berfikir jauh lebih panjang untuk menerima tawaran kali ini. Di wedding terakhir, di pesta yang begitu megah, mewah, dan rame dengan pada sanak saudara dan kerabat itu, lampu gedung tiba- tiba mati.

Bayangkan saja, di tengah2 pesta, lampu mati, thats mean ac mati dan segala sound jga. Sebagai wedding Organizer, itu merupakan sebuah kesalahan besar, walaupun kita bukanlah yang mengaturnya. Jadilah semua kru WO mendapatkan marah, sekalipun saya yang notabene bukan seorang bos. Bukan kapok, namun karena belkum ada waktu, saya rehat sejenak dari dunia itu.

Setelah bebrapa bulan, mungkin tahun, rehat, ada tawaran ini.
Setelah pada akhirnya saya menerima, kali ini saya harus menyerah dengan tubuh saya sendiri. Karena kelelahan magang, kuliah, bergaul dengan para sahabat, dan beinteraksi dengan keluarga menumpuk di hari saya WO. Jadilah di gedung yang indah dan penuh dekorasi, di pesta yang megah, di banyak kerumunan orang, saya merasa sangat lelah.

atas nama Pengalaman, saya bertahan. Setidaknya, lagi- lagi saya bisa berucap, "yah, saya pernah menjadi kru sebuah Wedding Organizer, pesta sekali seumur hidup itu"

Friday, 6 February 2009

Jakarta emang kejam!

Semalem gu pulang dari kampus sekitar jam 9 malem....
Gue mengendarai motor, karena kalau naek bis atao mobil pasti macet banget pagi- paginya...
Nah, pas sampe di lampu merah deket- deket harmoni, ada dua orang yang naek motor kebut- kebutan sambil liat- liat kebelakang kaya dikejar- kejar polisi gitu. Gue sih mengasumsikan dia dikejar polisi....

Tapi ternyata, didepan mata gue (ini keadaan motor gue jalan dan motor dia juga jalan) motor itu menarik tas ibu- ibu yang lagi dibonceng. Posisi motornya ada didepan motor gue sekitar 10 meteran lah!!! Ibu- ibu itu tentu aja menarik tasnya dong... Terlihat motor itu oleng....

Gue nggak bisa mastikan tas tuh ibu dijambret ato nggak, yang gue liat mtor tuh bapak dan ibu langsung berbelok 45 derajat otomatis dan menabrak mobil yang lagi parkir.
Ibu- ibu itu terlempar dan kepalanya kena trotoar.Bapak- bapaknya, nggak keliahatan ada dimana.
Dan penjambret itu ngebut setengah mati... Suer gue ketakutan... Mengingat tas gue sebanrnya juga gue bawa dengan sembarangan!! dan penjambret itu sempat menoleh kearah gue!!

Gue ada niatan menolong tuh ibu- ibu, tapi tangan gue gemetaran bo'''.... Gue juga sadar kalo mobil dibelakang gue itu jugalagi meluncur dengan rapinya kearah gue, dan lalulintas lagi rame... Posisi gue juga lagi ada ditengah jalan... So,, maaf ya bu pak aku langsung pulang tanpa menolong kalian. Tapi suer, aku berdoa untuk kalian...